Sosial, Ekonomi dan Budaya

Kategori / Bidang Data: 

Provinsi NTB terdiri dari 2 pulau utama yaitu Pulau Lombok yang berada dalam kawasan seluas 4,738.70 kilometer persegi dengan panjang pulau dari barat ke timur sejauh 80 Km. Sedangkan Pulau Sumbawa tiga kali lebih luas, yakni 15,414.45 Km2, sepanjang 300 Km dari barat ke timur dan 100 Km dari utara ke selatan. Dengan dua pulau besar itu, luas wilayah NTB adalah 20,153,15 Km2.

Namun keadaan geografi tersebut berbanding terbalik dengan kondisi demografi NTB. Pada kenyataannya jumlah penduduk di Pulau Lombok lebih besar dari jumlah Penduduk Pulau Sumbawa dengan perbandingan 3 : 1.

Tingkat pertumbuhan penduduk kurang lebih 1,42 persen per tahun dari 4, 5 juta jiwa lebih penduduk NTB. Matapencaharian penduduk NTB sebagian besar pada sektor pertanian dalam arti luas, kemuadianj sektor perdagangan dan jasa serta industri rumah tangga. Dengan lebih dari empat juta penduduk NTB tersebut dinamika kehidupan sosial masyarakat di provinsi ini amat dinamis. Warga NTB yang ramah dan terbuka, hidup berdampingan secara harmonis.

Kendati masyarakat NTB terdiri dari tiga suku bangsa utama, mereka hidup dalam kerukunan dan keselarasan jalinan sosial kemasyarakatan. Dua dari tiga suku bangsa di NTB, adalah penduduk asli Pulau Sumbawa. Mereka disebut Tau Samawa atau orang Sumbawa, dan suku lainnya adalah Mbojo, yaitu masyarakat asli di Bima dan Dompu. Sedangkan penduduk asli Pulau Lombok adalah orang sasak. Meskipun hidup dalam adat dan kebiasaan berlainan, masyarakat NTB memiliki rasa persaudaraan dan solidaritas yang turun-temurun dan terpelihara. Bahkan NTB sejak lama juga ditinggali oleh lebih dari satu suku bangsa pendatang. Suku bangsa bali dan bugis yang telah bermigrasi ke NTB lebih dari dua abad silam. Tetapi keseimbangan pergaulan sosial masyarakat amat terasa dalam pergaulan sehari-hari di semua pemukiman penduduk dan di setiap jengkal tanah NTB. Meski warga NTB dihuni penganut agama berbeda-beda, namun warga hidup berdampingan penuh kerukunan dan toleransi. Lihatlah, bangunan rumah ibadah berdiri dengan megah. Ribuan masjid di Pulau Lombok dan Sumbawa, ratusan rumah ibadah umat hindu, puluhan gereja, dan beberapa sarana ibadah umat lainnya, dibangun dengan jarak sepenggalah. Suasana itu mencipta kedamaian jiwa dan kesetiakawanan yang tak lekang oleh zaman.

Perkembangan Ekonomi

Secara sektoral, ekonomi NTB tahun 2009 dibanding tahun 2008 mengalami perkembangan pada sektor pertambangan, industri, listrik dan air bersih, bangunan, perdagangan, hotel & restoran, lembaga keuangan, dan sektor jasa, sedangkan sektor pertanian dan pengangkutan tumbuh cukup.

Laju pertumbuhan ekonomi NTB tahun 2009 sebesar 9,07% (tanpa pertambangan non migas) atau sebesar 14,89% (termasuk pertambangan non migas). Dibandingkan tahun 2008 sebesar 6,69% (tanpa pertambangan non migas) atau 2,07% (dengan pertambangan non migas) berarti mengalami laju pertumbuhan cukup signifikan. BPS Provinsi NTB mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi NTB pada semester I tahun 2010 mencapai 13,99%, berada di urutan kedua secara nasional setelah provinsi sulawesi barat.

PDRB Provinsi NTB, pada triwulan II-2010 yang dihitung atas dasar harga (ADH) berlaku mencapai Rp. 12,11 triliun, sedangkan penghitungan ADH konstan mencapai Rp. 4,85 triliun.

Jumlah penduduk Miskin di NTB terus mengalami penurunan. Berdasarkan data statistik, jumlah penduduk miskin tahun 2010 sebanyak 1.009.352 orang atau 21,55% mengalami penurunan pada bulan maret 2011 sebanyak 114.582 orang atau 1,82% sehingga total penduduk miskin sampai dengan bulan maret 2011 sebanyak 894.770 orang atau 19,73%.